RSS

Category Archives: Tazkiyatun Nafs

When You Ask, Listen Well !

Dengan Nama Allah

Sedikit apa yang mengesankan di hati saya, saya ingin kongsi kepada kalian yang membaca celoteh saya.

Seorang sahabat pernah menyatakan satu statement berbunyi ” When You Ask, Then Listen! ”

Setiap hari, sebanyak berbelas-belas kali kita meminta kepada dia.
Setiap fajar, setiap tengahari, setiap petang, setiap senja malahan sehinggakan setiap malam kita meminta-minta kepada dia.

Akan tetapi, banyak permintaan kita yang ditunaikan. Berkali-kali jawapan diberi, namun kita dengan angkuhnya menolak sebahagian pemberian-pemberian itu. Angkuhkan kita?

Permintaan kita itu berbunyi
” Tunjukkanlah aku ke jalan yang lurus ” 1:6

If he can, why don't I?

If he can, why don’t I?

Bilamana kita diajak pergi smart circle, diajak pergi kelas tafaqquh fid deen, diajak mendengar nasihat, diajak membaca buku-buku tertentu, kita menjawab
“tak pe lah bro, lain kali lah”
“alah, aku busy ni”
“takpe lah, tunggu cuti lah”
“ajak orang lainlah ”

Berpuluh-puluh kali malah ratusan kali kita meminta. Dan Dia juga menjawab, namun banyak yang kita abaikan.

Maka wahai saudaraku, sambutlah jawapan yang Allah hadiahkan kepada kita itu. Terimalah ajakan. Pergilah ke mana-mana yang bisa mendekat diri kita dengan Dia yang Maha Penyayang.

Kerana apa?
Kerana hidup ini bukan hanya sekali.

Ada kehidupan satu lagi yang mana nasibnya bergantung kepada bagaimana sambutan kita dengan Jawapan-jawapan yang Allah telah berikan kepada kita

Banyak manakah yang sudah kita semai untuk mendapatkan hasilnya di sana?

Marilah sama-sama kita menanam untuk masa depan yang lebih cerah dan membahagiakan

 
Leave a comment

Posted by on December 18, 2012 in Erti Kehidupan, Tazkiyatun Nafs

 

Ole ole…

Hari ini 29 jun
hari ini sehari sebelum exam subjek anatomy 😦
hari ini hari rabu
hari lahir seseorang, mungkin
hari mati seseorang, mungkin

Bagi sesetengan orang hari ini mungkin hari biasa. Hari-hari biasa yang berlalu dalam secebis kehidupan manusia.

Bila 31 Ogos, semua ingat sejarahnya.
bila 16 september, semua tahu kenapa
bila 12 rabi’ul awal, semua pasti tahu
bila 1 ramadhan, semua tahu kena buat apa
bila 1 syawal, tak payah tanya apa tu?

Namun, ramai yang lupa hari ini adalah hari ulangtahun perjalanan seorang hamba Allah dari satu tempat ke satu tempat di bumi, dan dari bumi itu ke langit yang tujuh.

Hari ini 27 rejab

Saja mahu kongsi di sini. sangat menarik. sejauh mana kita hargai ole-ole yang rasulullah bawa hasil dari pertemuan dengan Kekasihnya yang Maha Agung. Petikan dari http://muchlisin.blogspot.com/2011/06/oleh-oleh-utama-isra-miraj.html

27 vs 1

Beruntunglah orang-orang yang kekasihnya kembali dari perjalanan panjang, lalu ia mendapatkan oleh-oleh istimewa. Sepanjang sejarah manusia, tak pernah ada perjalanan yang lebih panjang jaraknya melebihi isra’ mi’raj. Tiada pula oleh-oleh yang lebih istimewa daripada oleh-oleh utama perjalanan spiritual itu. Maka, tidak ada orang yang lebih beruntung melebihi mereka yang mendapatkan oleh-oleh utama isra’ mi’raj itu lalu menikmatinya.

Shalat lima waktu adalah oleh-oleh utama isra’ mi’raj. Bahkan, banyak orang yang hafal bagaimana perjuangan Rasulullah mondar-mandir dari langit keenam ke Sidratul Muntaha dan sebaliknya; demi mengurangi jumlah kewajiban shalat untuk umatnya. Perjuangan itu akhirnya berhasil, umat Muhammad hanya diwajibkan shalat lima waktu, dari lima puluh waktu sedianya.

Oleh-oleh utama isra’ mi’raj itu dibagikan begitu saja oleh Rasulullah SAW kepada seluruh sahabatnya. Semua kebagian, semua mendapatkan. Lalu semua menikmati. Sebab mereka sadar ini bukan oleh-oleh biasa. Ini adalah metode Rabbaniyah bagi manusia untuk berhubungan dengan Rabbnya. Saat-saat khusyu’ dalam shalat menjadi saat-saat paling nikmat dalam kehidupan para sahabat. Saat-saat khusyu’ dalam shalat lima waktu merupakan saat-saat yang paling mereka rindu. Mereka begitu menikmati oleh-oleh isra’ mi’raj itu.

“Apabila Abdullah bin Az-Zubair sudah mendirikan shalat,” tutur Ibnu Qudamah dalam Mukhtashar Minhajul Qashidin, “maka seakan-akan ia adalah sebatang pohon, karena khusyu’nya. Saat dia sujud lalu ada beberapa ekor burung yang hinggap di punggungnya, maka hal itu tak membuatnya terusik.”

Ali bin Abu Thalib tak kalah khusyu’nya. Ketika suatu saat ia terkena panah, sahabat lain hendak membantunya mencabut anak panah itu. Saat itu belum ada obat bius yang bisa meringankan sakit. Sudah tentu mencabut anak panah akan sangat menyakitkan rasanya. Namun Ali punya kiat tersendiri. “Biarkan aku shalat,” katanya, “ketika aku di tengah shalat nanti, cabutlah anak panah ini. Ia takkan terasa apa-apa.” Begitulah. Sungguh luar biasa.

Sewaktu Rasulullah kembali dari peperangan Dzatur Riqa’, beliau beristirahat bersama seluruh pasukan muslim pada suatu jalan di atas bukit. “Siapa yang bertugas kawal malam ini?,” Tanya Rasulullah.

“Kami, ya Rasulullah!” jawab Abbad bin Bisyr dan Ammar bin Yasir. Mereka lalu membagi jadwal, Ammar bin Yasir istirahat dulu sementara Abbad bin Bisyr berjaga, lalu sebaliknya.

Suasana malam sunyi, tenang, dan angin yang berhembus sepoi serta suara alam membuat Abbad juga ingin menikmati penjagaan itu bersama Rabbnya. Ia pun shalat. Dan dalam sekejap ia telah khusyu’ menikmati berduaan dengan Rabbnya.

Tiba-tiba, dari sebuah arah melesatlah anak panak tepat mengenai Abbad. Abbad mencabut panah itu sambil terus tenggelam dalam shalat. Panah datang lagi mengenai tubuh Abbad, dan ia mencabutnya lagi. Darah telah bercucuran namun Abbad tetap nikmat dalam shalatnya. Kemudian panah melesat lagi mengalirkan darah lebih deras. Setelah mencabutnya, tibalah giliran jaga Ammar bin Yasir. “Bangun, aku terluka parah dan lemas!”

Melihat Ammar bangun, si pemanah segera pergi. Ammar menyaksikan darah Abbad mengucur dari tiga lubang luka. “Subahanallah! Mengapa engkau tidak membangunkan ketika panah pertama mengenaimu?” Tanya Ammar.

“Aku sedang membaca surat dalam shalat. Aku tidak ingin memutuskan bacaanku sebelum selesai. Demi Allah! Kalaulah tidak karena takut akan menyia-nyiakan tugas yang dibebankan Rasulullah, menjaga mulut jalan tempat kaum muslimin berkemah, biarlah tubuhku putus daripada memutuskan bacaan dan shalat.” Subhaanallah. Begitulah generasi sahabat sangat menikmati oleh-oleh utama isra’ mi’raj.

Kini giliran kita. Zaman kita. Oleh-oleh itu tetap ada. Yang menjadi persoalan, apakah kita menerima oleh-oleh itu dengan gembira lalu menikmatinya, atau kita bermuka masam lalu membuangnya. Apakah kita berusaha khusyu’ dalam shalat atau justru menganggapnya sebagai beban.

Oleh-oleh itu tetap ada. Apakah kita akan menjadi kebalikan dari para sahabat Nabi? Mereka tidak merayakan isra’ mi’raj namun begitu luar biasa menikmati oleh-oleh utamanya; sementara kita? Banyak diantara kita yang merayakan isra’ mi’raj tetapi justru terbebani dengan oleh-oleh utamanya. [Muchlisin]

http://muchlisin.blogspot.com/2011/06/oleh-oleh-utama-isra-miraj.html

 

Musibah Sebenar

Versi pdf di sini, lebih mudah untuk faham insyaAllah.

Lapar tak apa, tak pandai tak apa,

tapi,

tapi masalah paling besar adalah

kalau kita tak kenal Allah,

masalah yang paling besar adalah bila mana kita tak kenal Allah

sebab kesannya ‘FATAL‘.

Masalah kita di akhirat nanti,

sebab kita ada perhitungan yang besar di akhirat nanti, 😦

kegawatan yang paling besar di akhirat nanti, bila mana kita hidup, kita tak ada hubungan dengan Allah 😦

Musibah seterusnya bila kita rasa taajub dengan akal, taajub dg kebolehan manusia kadang-kadang kita nak kena hati-hati, terutama yang sedang belajar. Bila kita rasa hebatnya akal manusia, kita lupa kepada pemilik akal manusia.

Bila kita ta’ajub dengan kapal terbang ; besi yang ribuan tan itu boleh terbang di udara. Supaya tidak menjadi orang atheis, supaya tidak menjadi sekular, pandanglah burung-burung yang berterbangan, di situ ada kehebatan dalam dunia penerbangan. Burung, ia  tak perlu landasan, ia menghirup madu.

Kalau kita rasa hebat sangat dengan komputer, kita kena ingat ; the best processor is the human brain, datangnya dari Allah.

Maksudnya bila kita tak hubungkan ujian, tak hubungkan kehidupan kita dengan Allah maksudnya kita berada dalam musibah yang besar. 😦

Nota 1 : Walaupun video ini kurang kualitinya, abaikan saje, ambik manfaatnya. It is beneficial insyaAllah 🙂

Nota 2 : Iqomatuddiin wa siyasatud dunya bih

Nota 3 : Rindu arwah kakak itu.

 
Leave a comment

Posted by on June 11, 2011 in sharing is caring, Tazkiyatun Nafs

 

Dia Mus’ab ibni ‘Umair

Yang paling wangi di kota. Yang paling hensem di antara pemuda-pemuda. Sehinggakan berbaris perempuan-perempuan di kota mahu menunggu dia lalu. Antara yang terkaya daripada keluarga-keluarga mulia di kota.

Dia ahli 4 Hijrah.

Seluruh dunia dan keseronokan di dalamnya dia tinggalkan dan berhijrah kepada Allah dan RasulNya. Itu hijrahnya yang pertama.

Namun, sahabat-sahabat Rasulullah pada zaman awal keislaman, seksa orang-orang kafir pasti menyusul. Sehinggalah Allah mengarahkan hamba-hambaNya itu berhijrah ke Habsyah dan dia bersama gerombolan ini. Ini hijrahnya yang kedua. Betapa miskin hidupnya apabila para sahabat Rasulullah melihat keadaanya yang hanya mempunyai hanya satu helai kain sekadar mampu untuk menutup auratnya, untuk solat dan menahan dirinya daripada kesejukan yang amat. Rasulullah berkata :

“Segala puji bagi bagi Allah yang telah menukar dunia dengan penduduknya. Sesungguhnya dahulu aku melihat Mus’ab seorang pemuda yang hidup mewah ditengah-tengah keluarganya yang kaya raya. Kemudian dia meninggalkan itu semua kerana cinta kepada Allah dan Rasul-Nya”.

Sewaktu bertemu ahli Aqabah yang pertama terdiri daripada penduduk Yathrib, Rasulullah mengutuskan dia bersama-sama pulang ke yathrib untuk mengajarkan al-quran dan mengukuhkan keislaman mereka. ini hijrahnya yang ketiga. di situ di tangan dialah Sa’ad bin Muaz dan Usaid bin Hudhair telah memeluk Islam. Atas kecerdikannya dalam memilih pemimpim dalam masyarakat do yathrob itu, maka berbondong-bondonglah pengikut dua pembesar itu turut sama memilih Islam sebagai cara hidup mereka. Subhaanallah.
Dan diceritakan bahawa dia pernah meminta izin daripada Rasulullah untuk mengumpulkan sahabat-sahabat pada hari jumaat dan Rasulullah mengizinkannya dan berkumpullah mereka di rumah Saad bin Khaithamah. maka tercatatlah dalam sejarah bahawa bermula saat inilah, fardhu Jumaat itu dilaksanakan

Apabila seruan hijrah ke madinah berbunyi, maka lengkaplah hijrahnya yang keempat. Dan dia disaudarakan Rasulullah dengan sahabat Ansar bernama Abu Ayyub Al-Ansaari.

gambar hiasan je

Apabila maraknya api peperangan UHUD menyala, tentunya dia antara yang paling kuat menentang, melawan musuh. Dia ditugaskan memegang bendera-bendera Islam. Peringkat kedua peperangan telah menyebabkan kekalahan di pihak tentera Muslimin. Tetapi Mus’ab tetap tidak berganjak dari tempatnya dan menyeru: “Muhammad adalah Rasul, dan sebelumnya telah banyak diutuskan rasul.”
Sehinggakan sewaktu sedang berperang, seorang tentera berkuda Quraisy, Ibn Qamiah menyerbu ke arahnya dan menetak tangan kanannya yang memegang bendera Islam. Mus’ab menyambut bendera itu dengan tangan kirinya sambil mengulang-ulang laungan tadi. Laungan itu menyebabkan Ibn Qamiah bertambah marah dan menetak tangan kirinya pula. Mus’ab terus menyambut dan memeluk bendera itu dengan kedua-dua lengannya yang kudung. Akhirnya Ibn Qamiah menikamnya dengan tombak. Maka gugurlah Mus’ab sebagai syuhada’ Uhud. Rebahnya dia menyebabkan musuh Allah melaungkan “Rasulullah dah terbunuh! Rasulullah dah mati! “, kerana wajahnya adalah yang paling hampir menyerupai wajah baginda s.a.w. Dan fitnah itu menggoyahkan lagi keadaan kaum muslimin di Uhud pada waktu itu

Setelah selesai perang, Rasulullah meninjau-ninjau keadaan para syuhada’ di medan Uhud. Baginda membaca ayat Allah daripada Al-Ahzab ; 23

Kemudian baginda minta dibawa kepada dia yang telah syahid. Baginda memandangnya dengan perasaan yang sangat hiba. Ketika hendak dikafankan, tidak ada kain yang mencukupi untuk menutup jenazahnya. Apabila ditarik kainnya ke atas, bahagian kakinya terbuka. Apabila ditarik kainnya ke bawah, kepalanya terbuka. Akhirnya, kain itu digunakan untuk menutup bahagian kepalanya dan kakinya ditutup dengan daun-daun kayu.

Baginda menangis dan menuju ke arah jasadnya dan syuhada’ lainnya dan berkata :

Sesungguhnya Utusan Allah ini bersaksi ke atas kamu bahawa sesungguhnya kalian adalah syahid di sisi Allah pada hari Kiamat…

Dia…

Dia adalah Mus’ab ibni ‘Umair.

 

 

Nota 1 : Ada bahagian yang tak dapat disertakan di sini kerana ceteknya ilmu bahasa saya 😦

Nota 2 : Juga cerita Mus’ab bin Umair dalam versi yang lain dan juga di sini

Nota 3 : Dalam fiqh seerah ada mengatakan kenapa perlunya kita memahami, kenapa perlunya kita tahu seerah Rasulullah dan para sahabat. Salah satunya adalah untuk memahami Al-Quran.

 

Kerana Aku Tahu Syurga Itu Mahal

hidupkan nyawa HATI itu di sini

sungguh tersentuh dengan kata-kata si Rumaisa’

Because in these rough n tough times, we need them most..
to their shoulders you must cry,
to them you must pour your miserable hearts,
to them you must put you faith and trust in..
insyaAllah, you’ll find the most cherished moments with them and you’ll find it as an inspiration to be a better person day by day..

and i must highlight this, YOU will REGRET it for your whole life if you’re trying to run away..

Kerana aku tahu harga SYURGA itu terlalu MAHAL

Nota 1 : Takziah kepada ibu Yoyoh Yusrah. Dia benar-benar perempuan pilihan. Anak yg hebat lahir dari ibu yang hebat. So, sila jadi ibu hebat kalau mahu anak yang hebat.

 
Leave a comment

Posted by on May 27, 2011 in Cerita Hati, Tazkiyatun Nafs

 

Maafkanlah

Tak punya masa untuk berceloteh panjang, dan sebelum saya senyap selepas ini. So, tengoklah video ni.
Enjoy it ! 🙂

Oh, saya mahu La Tahzan, Dr Aidh Al-Qarni versi Indonesia yang berhard cover 🙂

Nota 1 : Allah boleh mengampunkan beribu-ribu dosa yang dilakukan oleh jutaan hamba-hambanya. Kita? Maafkanlah..

Nota 2 : The only constant thing in life is change

 
Leave a comment

Posted by on April 21, 2011 in Pujangga Hukama', Tazkiyatun Nafs

 

Kami Akan ke Gaza Lagi dan Lagi [updated]

LL4G

Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah. Akhirnya tak lagi dapat yang second hand. Dapat juga mendengar kisah-kisah tragedi 31 mei 2010, cerita di atas kapal Mavi Marmara, cerita ditahan Israel.

Slot selepas subuh itu langsung tak mengundang kantuk. Ketua Misi Kemanusiaan Lifeline4gaza, saudara Noorazman Samsuddin menceritakan saat-saat cemas ketika beliau berada di atas kapal induk dalam misi Freedom Flotilla itu sewaktu israel datang menyerang kapal mereka. Dari jauh kelihatan kapal israel menghampiri kapal-kapal mereka. 2 helikopter, 2 kapal selam, 4 kapal laut dan lebih kurang 10 bot-bot kecil yang membawa komando-komando Israel menyerang hendap kapal-kapal misi Freedom Flotilla tersebut.

Kali kedua menyaksikan video-video itu lebih mengesankan apabila saudara Noorazman menceritakan setiap flow video tersebut membawa diri ini seperti benar-benar berada dia atas kapal tersebut. Pergelutan antara sukarelawan-sukarelawan tersebut dengan musuh Allah terlaknat akhirnya mengakibatkan 9 orang sukarelawan syahid.

Saudara Noorazman menceritakan bahawa antara sukarelawan yang syahid itu adalah kerana mempertahankan satu-satunya bayi di atas kapal itu daripada ditembak oleh komando israel. Bayi kecil yang belum kenal erti hidup itu pun mahu dibunuh? Siapa lagi yang sedang mereka hadapi ketika itu melainkan hanya syaitan yang berkulitkan manusia.

Di atas kapal mavi marmara tersebut pelbagai jenis manusia yang beliau jumpai daripada syeikh yang berjubah yang sehingga tidurnya pun masih berjubah sehinggalah kepada yang bertatu seluruh badan, muslim dan non muslim, Syeikh Raid Sholah, wakil Rabithah ‘Ulama’ Palestin dan seorang ketua paderi.

Namun, sewaktu mereka ditahan israel, hanya mereka yang tidak berbangsa eropah, yang tidak berkulit putih sahaja yang diikat. Tangan mereka diikat ke belakang. Mereka diikat itu dalam tempoh yang lama sehinggakan salah seorang yang diikat itu dahaga, sukarelawan yang tidak diikat itulah yang membantu menyuakan air ke tekak-tekak yang dahaga itu. Kemudian, apabila sukarelawan-sukarelawan yang ditahan itu ingin menunaikan solat dan mereka meminta untuk berwudhu’ israel langsung tak menghiraukan permintaan mereka. Tetapi sukarelawan-sukarelawan yang berbangsa eropah itulah yang menggesa israel, menggesa hak mereka ditunaikan. Subhaanallah. Ya, kita nampak di situ ada KESATUAN, ada PERPADUAN. Ini kerana kami mempunyai MATLAMAT yang SAMA dan MUSUH yang SAMA, tegas beliau.

Yang menarik perhatian saya apabila ada satu slide yang saudara Noorazman tunjukkan. Slide itu memaparkan gambar tentera Israel yang menunggu kepulangan komando-komando Israel, pasukan yang bertugas menyerang misi Freedom Flotilla ini. Tentera tersebut memegang banner yang mengandungi tulisan dalam bahasa Hebrew bermaksud

SHAME ON YOU ! WHY DID YOU KILL SO FEW !!

Jadi, mereka ini sebenarnya mahu bunuh ramai lagi. Bagi mereka 9 orang yang mati itu terlalu sedikit. Allahu akbar..

Menceritakan pengalaman beliau ” Sewaktu dalam tahanan, tentera-tentera israel itu bercakap sesama mereka dalam bahawa Hebrew, langsung tidak kami fahami apa yang mereka borakkan. Mereka hanya menggunakan bahasa Inggeris atau bahasa Arab ketika berbicara dengan kami”. Dengan itu saudara Noorazman menggesa kepada kita agar belajar dan memahami bahasa Hebrew. Hal ini sangat penting kerana kita wajib kenal MUSUH kita, mesti tahu segala yang berkaitan dengan mereka.

Tambahan lagi, ketua sukarelawan Malaysia itu memberi sedikit peringatan apabila beliau mengatakan antara faktor untuk MENANG ialah dengan MENGIKIS KELEMAHAN kita. Kejayaan seorang mukmin itu adalah apabila dia berjaya mengatasi keaibannya [mu’aalajatul ‘uyuub]. Kita, manusia biasa tidak akan terlepas daripada kelemahan dan wajib ke atas kita mengatasi kelemahan itu. Daripada kelemahan tersebut adalah TABIAT LAMA yang tak mampu diubah dan kelemahan apabila behadapan dengan SUASANA BARU. Jom kikis kelemahan yukk !!

Kegiatan sehingga kini, misi kedua LifeLine4Gaza ini akan diteruskan lagi. Kutipan sumbangan sedang dan akan dijalankan. Khabarnya mereka akan berlayar buat kali keduanya pada Mei 2011

jom derma ! saham untuk akhirat

Nota 1 : Terbukak page LL4G dan nampak artikel ini. Sangat mengetuk diri. dalam artikel ini menceritakan seorang warganegara Amerika berketurunan Turki berumur 19 tahun Furkan Dogan ditembak sebanyak 5 kali dari jarak 45 sentimeter. Dan kini ayahnya sekarang menggesa U.S., menuntut keadilan untuk mendiang anaknya itu atas kelancangan israel. Cerita selanjutnya di sini. Another story ; Gaza inspire Furkan and all of us. Remembering Furkan Dogan

Nota 2 : Catatan dari Mavi Marmara pengalaman Dr.Arbaai di sini

Nota 3 : Artikel di ms.langitilahi sebelum ditutup. jom marathon baca! di sini, sini dan lagi dan lagi

Nota 4 : ini video Israel Defend Forces. Macam-macam la diorang provoke. channel itu dimiliki oleh IDF. JANGAN TERTIPU!! They were only injured but don’t ever been killed.

Nota 5 : Wawancara bersama Iara Lee daripada Cultureofresistance.org

the baby is here..

Nota 6 : Boikot ekonomi itu perlu. tapi boikot hedonisme, boikot hollywood itu mesti ! [SOLUSI ISU NO 5, m/s 22-23 ]

Nota 7 : Kenali 9 syuhada’ mavi marmara

Terkini !!