RSS

Category Archives: Pujangga Hukama'

Jom Dengar Cerita

Mesmerizing! Masya Allah !

Banyak sangat cerita dalam ini. Pastikan anda sudah selesaikan kerja-kerja yang utama. Masa diperlukan agak panjang untuk mendengar cerita-cerita ini. Enjoy it ! 🙂

 
2 Comments

Posted by on June 21, 2011 in Pujangga Hukama', Sejarah Teragung

 

Terbelenggu

Ishaq berkata lagi “Aku mendengar Fudhail r.a. berkata, ‘ Apabila kamu tidak mampu melakukan solat malam dan puasa di siang hari, maka ketahuilah bahawa kamu adalah orang yang terhalang dari rahmat Allah, dan terbelenggu  oleh kemaksiatanmu’ “

Tarbiyah Dzaatiyah ; Solikhin Abu ‘Izzuddin

 
2 Comments

Posted by on June 2, 2011 in Ilmuwan Islam, Pujangga Hukama'

 

Maafkanlah

Tak punya masa untuk berceloteh panjang, dan sebelum saya senyap selepas ini. So, tengoklah video ni.
Enjoy it ! 🙂

Oh, saya mahu La Tahzan, Dr Aidh Al-Qarni versi Indonesia yang berhard cover 🙂

Nota 1 : Allah boleh mengampunkan beribu-ribu dosa yang dilakukan oleh jutaan hamba-hambanya. Kita? Maafkanlah..

Nota 2 : The only constant thing in life is change

 
Leave a comment

Posted by on April 21, 2011 in Pujangga Hukama', Tazkiyatun Nafs

 

Harapan itu

 

oleh Cikgu DS, di OPLN 3 tahun lalu. projek 25 tahun dahulu, kini dan bertahun-tahun akan datang, mampukah?

nota 1 : mencari sebab untuk terus kuat. walaupun kelemahan. Kuat itu sememangnya adalah hasil daripada usaha  yang panjang

nota 2 : di sana mereka bekerja, di situ mereka mencurah tenaga. di sini?

 
6 Comments

Posted by on January 2, 2011 in Pujangga Hukama'

 

Lelaki tanpa hati

Dengan nama Alah saya mulakan’

Yang terhormat Ustadz Hassan al-Banna,

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Apakah anda pernah mendengar tentang lelaki tanpa hati?. Maaf, jika hati yang dimaksud adalah salah satu anggota tubuh dari daging yang berwarna merah, yang menarik dan melepaskan darahnya, tentu saja lelaki itu memilikinya. Yang dengannya dia dapat hidup dan menjalani kehidupannya. Akan tetapi hati yang bersemangat, kuat dan hidup, sayang sekali dia tidak memilikinya.

Dia mengetahui kebaikan meskipun kecil, dia juga mengetahui tempat-tempat keburukan meskipun samar-samar.

Seringkali dia merasa benar jika membaca perilaku seseorang dari wajahnya dan dia juga dapat memberi isyarat akan hal itu. Akan tetapi, dia tidak memiliki hati. Jika bertemu dengan teman lamanya yang tidak bersua, dia menyalaminya dan menggenggam tangannya dengan kuat, bahkan memeluknya. Namun, hatinya tetap beku, sama sekali tidak terpengaruh, Dia memberi nasihat kepada orang lain, “Jadilah kalian begini dan jadilah kalian begitu”, serta menyebutkan berbagai dalil dan alasan, namun hatinya semakin keras dan tidak terpengaruh.

Dia tersenyum kala menerima berita gembira. Dia juga mengernyitkan dahi saat menerima berita duka. Akan tetapi, kegembiraan dan kesedihannya hanyalah reaksi alami, sedangkan hatinya tetap diam dan tidak tergoncang.

Dia menyatakan cinta dan benci kepada seseorang. Ketika melihat hatinya, hatinya tetap diam tanpa memberi penjelasan.

Dia berdiri menunaikan salat dan berusaha kusyuk, membaca al-Quran dan berusaha memusatkan perhatiannya. Ketika meunaikan solat, membaca bacaan salat dengan nada-nadanya, sehngga orang-orang pun berkata, “Dia tipe orang yang kusyuk”. Akan tetapi, ketika meraba hatinya, dia mendapatinya tuli dan tidak kusyuk, walaupun memahami apa yang dibaca.

Ini adalah gambaran yang sebenarnya terjadi pada hati lelaki tersebut. Saya tidak melebih-lebihkan atau menguranginya. Menurut anda, apakah anda dapat mengatakan bahwa hatinya sama seperti hati orang-orang pada umumnya?.

Saya dianugerahi akal, tetapi hati saya hilang. Saya meraskan pikiran saya menyala-nyala, bekerja, hidup dan menunjukkan keberadaannya. Akan tetapi, ketika saya ingin merasakan hal itu pada hati saya, sama sekali tidak menemukannya. Saat ini, anda telah mendengar tentang seorang lelaki yang tidak memiliki hati.

Dia adalah seorang pemuda yang membaiat anda dan anda mengambil sumpah setia darinya. Apakah anda rela seorang tentera anda hidup tanpa hati? Apakah anda dapat membantu menghidupkan hatinya agar bergerak dan merasakan apa yang diucapkan oleh lisannya.

Ini adalah penyakit salah seorang tentera Anda yang akan membuat Anda sedih jika mengetahuinya. Oleh kerana itu, saya tidak menyebutkan namanya, hingga saya memberitahu Anda akan kesembuhannya.



dan ini jawapan daripada Al Imam As Syahid Hassan al-Banna

Imam al Banna menulis,

Saudaraku.

Wa’alakumussalam warahmatullahi wabarakatuh

Saya telah membaca surat mu dan sangat terpengaruh oleh kejujuran bahasamu, keindahan keberanianmu, lembutnya kesedaranmu, dan hidupnya hatimu

Saudaraku, engkau bukan orang yang hatinya mati seperti yang engkau hina. Akan tetapi engkau adalah orang yang perasaanya tajam, jiwanya bersih, dan nuraninya lembut. Seandainya tidak bersifat demikian, tentulah engkau tidak menuduh dirimu dan tidak engkau ingkari perasaanmu. Akan tetapi besarnya semangat dan jauhnya tujuan, membuatkanmu menganggap kecil urusanmu yang besar dan engkau mengharapkan tambahan untuknya. Tidak ada masalah dalam hal itu dan memang itu harus terjadi.

Saya merasakan apa yang engkau kira, saya berjalan sebagaimana engkau berjalan dan saya akan berusaha mengajukan beberapa nasihat. Jika nasihat-nasihat tersebut bermanfaat bagimu dan dengan melaksanakannya engkau lihat dapat menghapus dahaga serta mengobati sakitmu, maka alhamdulillah, atas taufikNya. Namun jika tidak demikian, maka saya senang untuk bertemu denganmu agar kita saling bekerjasama untuk mendiagnosa penyakit dan menentukan obatnya.

Berteman dengan orang-orang khusyu’ yang selalu merenung, berbaur dengan orang yang selalu berfikir dan menyendiri, dekat dengan orang-orang yang bertakwa dan soleh yang dari mereka terpancar hikmah dan dari wajah mereka terpancar cahaya, dan hati mereka bertambah dengan makrifat ( dan jumlah mereka adalah sedikit ) adalah obat yg manjur. Berusahalah berteman dengan orang-orang seperti mereka, selalu bersama mereka, kembali kepada mereka, dan engkau sambung ruhmu dengan ruh mereka, jiwamu dengan jiwa mereka serta engkau habiskann kebanyakan waktu kosongmu bersama mereka. Hati-hatilah dari orang yang ‘mengaku-ngaku’ . Carilah orang yang kondisinya membuatkan kamu bangkit, perbuatannya membawamu berbuat baik dan jika engaku melihatnya maka engkau mengingat Allah


Berteman dengan orang-orang seperti ini adalah salah satu obat yg paling manjur, kerana watak manusia sering mencuri, sehingga hatinya terpengaruh oleh hati dan jiwa pun mengambil dari jiwa. Oleh kerana itu, berusahalah untuk menemukan jiwa-jiwa yang soleh sebagai teman

Saudaraku, berfikir, berzikir di waktu-waktu yang bersih, menyendiri, bermunajat, merenungi alam yang indah serta menakjubkan, menggali rahsia keindahan dan keagungan dari alam, meneliti dengan hati dan berzikir dengan lisan tentang pengaruh keagungan yang mencengangkan serta hikmah yang agung ini, termasuk hal yang memberi kehidupan kepada hati dan menyinari pojok-pojok kalbu dengan keimanan dan keyakinan.

Allah swt berfirman

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal”   (Ali ‘Imran [3] : 190 )

Saudaraku, selanjutnya berfikir tentang masyarakat, melihat berbagai penderitaan, kebahagiaan, kesulitan dan kemakmuran, serta menjenguk orang yang sakit, menghibur orang-orang yang tertimpa bencana dan mengenali sebab-sebab kesengsaraan yang berupa pembangkangan, kekafiran, kezaliman, pelanggaran, sikap mementingkan diri sendiri, egois, terpedaya oleh hal-hal yang semu, semua ini merupakan sentuhan bagi dawai-dawai hati yang menyatukan cerai berainya dan menghidupkannya dari kematian. Maka berusahalah agar keberadaanmu menjadi penghibur bagi orang-orang yang sengsara dan tertimpa bencana. Tidak ada hal yang pengaruhnya lebih kuat terhadap perasaan dari berbuat baik kepada orang-orang yang sangat-sangat membutuhkan, membantu orang-orang yang teraniaya atau membagi rasa dengan orang yang susah dan sedih.

Saudaraku, hati ada di tangan Allah. Dia mengubahnya sesuai dengan kehendaknya. Oleh kerana itu, bersungguh-sungguhl ah dalam berdoa, agar Dia memberikan kehidupan kepada hatimu, membuka dadamu dengan iman dan melimpahkan keyakinan kepadamu sebaga anugerah serta nikmat dariNya. Berdoalah di wakti-waktu mustajab dan waktu-waktu sahur. Kerana doa di waktu sahur adalah anak panah yang meluncur yang tidak berhenti hingga sampai ke ‘Arsy. Saya tidak meragukan keikhlasanmu dalam mencapai tujuan dan kejujuran dalam pengakuanmu.

Allah berfirman,

“Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa ” (Al Maaidah [5] : 27)

Saudaramu, Hasan al-Banna

Petikan daripada buku Menjadi Hamba Rabbani ; Dr Majdi Hilali

Marilah sama-sama kita ambil iktibar, ambil saranan-saranan daripada Al Imam As Syahid Hasan Al Banna. Semoga tidak kita biarkan hati itu mati. Bahkan hati yang sakit itu perlu seggera diubati. Andai kita merasakan hati itu sudah tidak berfungsi dengan baik, pohonlah hati yang baru daripada Allah.

 
 

Perantau ‘2 ’09

Perantau siri 2 ’09

 

Alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah, seinfiniti kesyukuran dipanjatkan atas kurnia anugerahNya yang tidak pernah putus-putus memberikan kasih sayangNya kepada kita tanpa syarat.

berkali-kali diriku memikirkan.. wajarkah daku sekali lagi bermusafir ke wilayah tengah? untuk mengisi hati, menyiram rohani, menyuntik kesedaran diri? untuk kali keduanya menyertai perantau siri 2.. setelah kuhitung-hitung diriku, kukira perjalananku ini benar-benar wajar tambahan lagi dengan hadirnya diri ini mendengar luahan ulama’ palestin, klik

perjuangan ini menuntut pengorbanan dariku

~Menyebarkan dakwah dan fikrah satu tuntutan~

Dakwah dan tarbiya itu adalah amanah yang diamanahkan oleh Allah kepada setiap pengikut2 Rasululah saw. Wajib bagi kita, melaksanakan apa yang telah dilaksanakan beliau 14 abad lampau. Ini adalah fardhu kifayah. Andai tiada yang umum dapat melaksanakan, maka ke atas individual itu hukumnya fardhu ain (wajib).

“Sesiapa yang Allah kehendaki akan mendapat hidayah, Dia akan membukakan dadanya untuk menerima Islam ” Al-An’am-125

Antara tingkatan keutamaan ;

Pertama– fokus kita adalah mengembalikan kesedaran Islam. Tidak kasihankah kita akan mereka yang bergelar muslim tetapi tidak memahami konsep kehidupan muslim sebenar? Di akhirat nanti, mereka akan menuntut hak mereka daripada kita.. “mana hak kami? Seharusnya kamu melaksanakan tuntutan kamu? Kami menuntut hak kami?”. Apa kita dapat jamin akan boleh jawab persoalan2 mereka? Adakah kita pasti kita dapat tunaikan tuntutan mereka di sana nanti. Usahlah berlengah, bekerjalah sekarang. Allah tugaskan kita amanah ini bukan untuk kepentinganNya  malah untuk kebaikan kita, meningkatkan darjat kehambaan kita.

Kedua– sesiapa yang menunjukkan penerimaan kepada Deen. Grab this chance. Pisang tidak akan berbuah 2 kali. Memetik pengalaman Abu Saif dalam saifulislam.com, klik.

Langkah pelaksanaan

Qadhiyah Islamiyah perlu dikaji, difahami dan dilaksanakan dalam amalan , tindakan kita sehari-hari. Kefahaman yang benar pasti akan dibenarkan dengan tindakan, ‘amal qowiy. Jadi, tugas yang tidak pernah berhenti itu ialah

-1) membentuk kefahaman islam yang sebenar. Sebenar-benar kefahaman adalah sangat penting.

-2)membentuk kader-kader islam. Syeikh Al-Imam HAB pernah ditanya mengapa beliau tidak menulis banyak buku? Jawabnya “andai aku dapat mencetak 10 manusia yang peribadinya, cita-citanya sama sepertiku ; itu lebih aku inginkan daripada menulis 10 buku”

Justeru, tugas kita hanya melakukan bukan menyoal dan menetapkan natijah kerana umur dakwah ini bukan umur individu. Umur dakwah ini bukan umur individu.

kami adalah kaum yang dimuliakan Allah dengan Islam, jika kami memilih kemuliaan selain itu maka Allah akan menghinakan kami - Umar Al-Khattab

~Tawazun antara akademik dakwah dan persatuan~

sekali lagi diperingatkan agar kita ambil, kita ceduk dan fahami serta hayati Fikrah Islamiyyah itu perlulah daripada sumber yang benar-benar ‘genuine’

-fundamentals of islam ; abul a’ala al-maududy

-milestones ; syed qutb

-usul ‘isyriin ; IHAB

-madza ya’ni intima’ lil islam ; fathi yakan

Mari menjadi hamba Rabbani. Sifat-sifat yang dimiliki orang yang dekat dengan Allah ; rabbaniyyun :-

-1) Al-Fahmud Daqiiq. Kefahaman yang mendalam, bukan hanya mengetahui apa yang ada di permukaan.

-2) Al-Imaanul ‘Amiiq. Keimanan yang teguh. Hanya orang yang teguh sahaja yang bisa bertahan daripada anasir-anasir yang mengganggu. Semoga tidak menjadi seperti lalang yang akur terhadap tiupan angin.

-3) Al-Ittisaalul Wathiiq. Hati-hati yang mempunyai hubungan terus menerus kepada Allah

 

Keseimbangan dalam semua hal

Antara masalah mahasiswa kini     alim mujahid ~ must be

-PJJ ; percintaan jarak jauh

-Cinta islami

-ghurur ilmu

-rehat D&T

-sibukkan diri dalam persatuan dan abaikan tarbiyah

-jemu dengan tarbiyah

– D&T di sekolah sahaja

-seorang diri ; tiada teman pembimbing (teman yang meningkatkan iman)

Proses tarbiyah yang telah, sedang dan akan dilalui ini mesti diteruskan

Ar-Ra’d – 11 “sesungguhnya Allah tidak akan mengubah kedaaan sesuatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan mereka sendiri”.

Perkataan ‘anfusahum’ dalam ayat di atas ; (keadaan mereka sendiri) memberi erti khusus kepada perkataan jiwa-jiwa mereka. Ini bermakna aqidah manusia-manusia hari ini perlu dibangunkan semula. Akar tunjang kepada seluruh perlakuan, seluruh hidup mukmin muslim itu perlu dijernihkan semula dengan aqidah sohiihah.

Ustaz musthofa masyhur dalam tulisan beliau ‘dakwah di alaf baru’ ; pertarungan musuh-musuh islam hari ini untuk merebut apa yang ada dalam jiwa kita. Barat sudahpun menguasai ekonomi, politik dan budaya, akan tetapi mereka belum berpuas hati. Mereka ingin mencabut nilai-nilai yang ada pada umat islam. Apakah itu? Itulah yang disebut Muhammad dalam hadith baginda “sesungguhnya di dalam jasad manusia itu ada seketul darah. Apabila baiknya ia maka baiklah seluruh jasad, apabila buruknya ia maka buruklah seluruh jasad”. Kita perlu jaga sungguh-sungguh hati kita ni. Ini amanah Allah bukan barang permainan, bukan alat suruhan kita untuk disuruh meakukan apa sahaja yang kita mahu.

Strategi

1)bina kekuatan iman

2)kuasai ilmu asas dan kepakaran

-bahasa arab, inggeris dan mandarin

-kuasai Al-Quran dan hadith

-baca, fahami buku-buku fikrah, ilmu tauhid dan fiqh

Matlamat terlibat dalam persatuan

a)untuk tujuan gilap potensi kepimpinan diri

b)dekati adik-adik baru dalam persatuan agar iman dan taqwa terjaga

c)jadikan persatuan platform untuk bangunkan Islam

hidup ini perlu ada tawazun (keseimbangan).

...=)...

Quote from VT, p/s 224 “ Tawazun adalah keseimbangan. Dalam hidup kita, ada banyak perkara yang hendak kita capai. Kita hendak cemerlang di dunia, kita hendak cemerlang di akhirat. Kita ada urusan dunia yang hendak kita kejar, mencarduit untuk makan minum. Pada masa yang sama kita punya tanggungjawab kepada Allah dalam melaksanakan ibadah-ibadah seperti solat, membaca Al-Quran, zakat, bersedekah, puasa. Tanpa bijak menyeimbangkan kedua perkara ini maka kehidupan kita akan hancur,” said Coach Hussam =). SILA BACA



ifthor jamaie di bumi wakafan

cikgu ishak berbicara berkisar tentang Nuzul Quran

semua manusia itu masih lagi bersifat kebinatangan andai mereka tidak melaksanakan erti hidup sebagai makhluk yang ditaklifkan dengan mas’uliyyah KHALIFAH. Manusia itu masih bersifat kehaiwanan andai isi-isi Al-Quran itu masih belum dilaksanakan walaupun dia itu sudahpun khatam berkali-kali pada setiap Ramadhan, walaupun dia itu bergelar seorang tahfiz.

di dataran inilah kami berbuka

hanya sedikit yang sempat kudengar dalam sibuk membantu menyelesaikan urusan-urusan untuk mencapai salah satu kegembiraan bagi hamba-hamba Allah yang mengikat perut, hawa nafsu dan tarbiyah hati…

-sempat kuhadiri beberapa jam sebelum berkelana ke program untuk kami-kami yang merantau…

 
 

jiwa perjuangan tidak pernah lupus walaupun penglihatan sudah tidak berfungsi

Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah, Allah masih memberiku peluang untuk merasai kembali syu’uur semangat juang untuk Palestina setelah lama syu’uur itu berlalu ditelan masa…

Keputusan yang dibuat tidak menghampakan malah menyuntik lebih semangat dalam jiwa. Sempat menghadiri ifthor jamaie dan mendengar kalimah-kalimah semangat daripada ulama’ palestin di masjid AnNaiem, jalan kebun ahad lalu.

Mendengar titipan bicara Syeikh Abu Bakr, salah seorang ulama’ palestin drpd Ulama’-ulama’ Robithoh HAMASsyeikh abu bakr di sisi penterjemahmenyentakkan diriku

Wahai sekalian manusia di hadapan saya ini, saya ingin mengatakan bahawa saya menyintai kalian kerana Allah. Terima kasih saya ucapkan kepada kalian kerana sudi mendengar luahan kami, anak-anak Palestin, saudara-saudara kalian.

Walaupun kami di sana berjihad mempertahankan tanah air kami dengan perang, kami pertaruhkan tanah air kami ini dengan nyawa kami tapi kalian di sini boleh membantu kami dengan berdoa tidak putus-putus untuk kami! Tidak putus-putus berdoa! Tidak putus-putus berdoa! Semoga Allah memakbulkan doa kalian, menyampaikan doa kalian kepada kami.

Jihad itu bukanlah hanya dengan berperang mengangkat senjata. Kalian wajib berjihad dengan harta kalian, kalian wajib berjihad dg ilmu kalian, kalian wajib berjihad dengan jiwa kalian, kalian wajib berjihad dengan pekerjaan kalian, bahkan dengan seluruh jiwa tenaga jasad nyawa dan roh kalian. Rasulullah mengatakan dalam sabdanya ” Barangsiapa yang mati dan dalam hidupnya tidak pernah berniat untuk berjuang di jalan Allah, sesunggguhnnya matinya itu dalam keadaan nifaq (munafiq) ”

Sebagai penutup, ingin saya sampaikan pesanan daripada wanita-wanita Palestin untuk kalian wanita-wanita Malaysia.

” Sesungguhnya kami redha kami adalah kaum yang berjuang sepanjang hayat, sesungguhnya kami redha bersuamikan para syuhada’, sesungguhnya kami redha melahirkan para syuhada’, kami redha tanah air kami dirampas, kami redha rumah-rumah kami diruntuhkan dihancurkan, kami redha kami bisa hidup di dalam timbunan runtuhan-runtuhan bangunan di sini, kami redha dengan segala ujian yang Allah hadirkan dalam setiap saat kehidupan kami… Tetapi bagaimana dengan kalian, wanita-wanita malaysia? Sudahkah kalian  membantu kami? Adakah dalam setiap doa kalian memohon kepadaNya untuk kami? Adakah kalian benar-benar membantu kami sedangkan kita sebenarnya bersaudara? Adakah kalian benar-benar saudara kami? ”

Wahai sekalian wanita-wanita dan lelaki-lelaki islam di malaysia berjihadlah kalian kerana Allah. Semoga Allah menerima jihad kami dan jihad kalian. Semoga kita diambil nyawa sewaktu kita dalam jihad di jalanNYA

-Selesai menyampaikan ceramah, kulihat syeikh itu berdiri tetapi tidak terus melangkah, kemudian penterjemah berbangsa indonesia itu memimpin beliau lantas insan-insan yang mendengar kalimah taujihat beliau tidak melepaskan peluang untuk bersalaman dengan pejuang Palestin itu. Sejurus kudengar ajk masjid mengisahkan tentang beliau. Sebenarnya Syeikh Abu Bakar ini pernah dijebloskan ke dalam jeriji besi dan sewaktu itulah penglihatan beliau tidak dapat berfungsi dengan baik akibat penangan laser oleh makhluk-makhluk durjana laknatullah zionis. Betapa kita lihat, jiwa perjuangan beliau tidak pernah lupus walaupun penglihatan beliau sudah tidak berfungsi. Beliau sanggup datang merentasi lautan untuk berkongsi sesama saudara muslim, bercerita tentang keadaan di sana. Bukankah ini benar-benar menyentak jiwa kita yang hanya sukakan keseronokan, hanya inginkan kemudahan, tidak ada jiwa pejuang? muhasabahlah diri, lihatlah amalan sendiri…

pandangan lain boleh juga didapati di sini : klik

 
1 Comment

Posted by on September 16, 2009 in Pujangga Hukama'