RSS

Monthly Archives: March 2010

Lelaki tanpa hati

Dengan nama Alah saya mulakan’

Yang terhormat Ustadz Hassan al-Banna,

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Apakah anda pernah mendengar tentang lelaki tanpa hati?. Maaf, jika hati yang dimaksud adalah salah satu anggota tubuh dari daging yang berwarna merah, yang menarik dan melepaskan darahnya, tentu saja lelaki itu memilikinya. Yang dengannya dia dapat hidup dan menjalani kehidupannya. Akan tetapi hati yang bersemangat, kuat dan hidup, sayang sekali dia tidak memilikinya.

Dia mengetahui kebaikan meskipun kecil, dia juga mengetahui tempat-tempat keburukan meskipun samar-samar.

Seringkali dia merasa benar jika membaca perilaku seseorang dari wajahnya dan dia juga dapat memberi isyarat akan hal itu. Akan tetapi, dia tidak memiliki hati. Jika bertemu dengan teman lamanya yang tidak bersua, dia menyalaminya dan menggenggam tangannya dengan kuat, bahkan memeluknya. Namun, hatinya tetap beku, sama sekali tidak terpengaruh, Dia memberi nasihat kepada orang lain, “Jadilah kalian begini dan jadilah kalian begitu”, serta menyebutkan berbagai dalil dan alasan, namun hatinya semakin keras dan tidak terpengaruh.

Dia tersenyum kala menerima berita gembira. Dia juga mengernyitkan dahi saat menerima berita duka. Akan tetapi, kegembiraan dan kesedihannya hanyalah reaksi alami, sedangkan hatinya tetap diam dan tidak tergoncang.

Dia menyatakan cinta dan benci kepada seseorang. Ketika melihat hatinya, hatinya tetap diam tanpa memberi penjelasan.

Dia berdiri menunaikan salat dan berusaha kusyuk, membaca al-Quran dan berusaha memusatkan perhatiannya. Ketika meunaikan solat, membaca bacaan salat dengan nada-nadanya, sehngga orang-orang pun berkata, “Dia tipe orang yang kusyuk”. Akan tetapi, ketika meraba hatinya, dia mendapatinya tuli dan tidak kusyuk, walaupun memahami apa yang dibaca.

Ini adalah gambaran yang sebenarnya terjadi pada hati lelaki tersebut. Saya tidak melebih-lebihkan atau menguranginya. Menurut anda, apakah anda dapat mengatakan bahwa hatinya sama seperti hati orang-orang pada umumnya?.

Saya dianugerahi akal, tetapi hati saya hilang. Saya meraskan pikiran saya menyala-nyala, bekerja, hidup dan menunjukkan keberadaannya. Akan tetapi, ketika saya ingin merasakan hal itu pada hati saya, sama sekali tidak menemukannya. Saat ini, anda telah mendengar tentang seorang lelaki yang tidak memiliki hati.

Dia adalah seorang pemuda yang membaiat anda dan anda mengambil sumpah setia darinya. Apakah anda rela seorang tentera anda hidup tanpa hati? Apakah anda dapat membantu menghidupkan hatinya agar bergerak dan merasakan apa yang diucapkan oleh lisannya.

Ini adalah penyakit salah seorang tentera Anda yang akan membuat Anda sedih jika mengetahuinya. Oleh kerana itu, saya tidak menyebutkan namanya, hingga saya memberitahu Anda akan kesembuhannya.



dan ini jawapan daripada Al Imam As Syahid Hassan al-Banna

Imam al Banna menulis,

Saudaraku.

Wa’alakumussalam warahmatullahi wabarakatuh

Saya telah membaca surat mu dan sangat terpengaruh oleh kejujuran bahasamu, keindahan keberanianmu, lembutnya kesedaranmu, dan hidupnya hatimu

Saudaraku, engkau bukan orang yang hatinya mati seperti yang engkau hina. Akan tetapi engkau adalah orang yang perasaanya tajam, jiwanya bersih, dan nuraninya lembut. Seandainya tidak bersifat demikian, tentulah engkau tidak menuduh dirimu dan tidak engkau ingkari perasaanmu. Akan tetapi besarnya semangat dan jauhnya tujuan, membuatkanmu menganggap kecil urusanmu yang besar dan engkau mengharapkan tambahan untuknya. Tidak ada masalah dalam hal itu dan memang itu harus terjadi.

Saya merasakan apa yang engkau kira, saya berjalan sebagaimana engkau berjalan dan saya akan berusaha mengajukan beberapa nasihat. Jika nasihat-nasihat tersebut bermanfaat bagimu dan dengan melaksanakannya engkau lihat dapat menghapus dahaga serta mengobati sakitmu, maka alhamdulillah, atas taufikNya. Namun jika tidak demikian, maka saya senang untuk bertemu denganmu agar kita saling bekerjasama untuk mendiagnosa penyakit dan menentukan obatnya.

Berteman dengan orang-orang khusyu’ yang selalu merenung, berbaur dengan orang yang selalu berfikir dan menyendiri, dekat dengan orang-orang yang bertakwa dan soleh yang dari mereka terpancar hikmah dan dari wajah mereka terpancar cahaya, dan hati mereka bertambah dengan makrifat ( dan jumlah mereka adalah sedikit ) adalah obat yg manjur. Berusahalah berteman dengan orang-orang seperti mereka, selalu bersama mereka, kembali kepada mereka, dan engkau sambung ruhmu dengan ruh mereka, jiwamu dengan jiwa mereka serta engkau habiskann kebanyakan waktu kosongmu bersama mereka. Hati-hatilah dari orang yang ‘mengaku-ngaku’ . Carilah orang yang kondisinya membuatkan kamu bangkit, perbuatannya membawamu berbuat baik dan jika engaku melihatnya maka engkau mengingat Allah


Berteman dengan orang-orang seperti ini adalah salah satu obat yg paling manjur, kerana watak manusia sering mencuri, sehingga hatinya terpengaruh oleh hati dan jiwa pun mengambil dari jiwa. Oleh kerana itu, berusahalah untuk menemukan jiwa-jiwa yang soleh sebagai teman

Saudaraku, berfikir, berzikir di waktu-waktu yang bersih, menyendiri, bermunajat, merenungi alam yang indah serta menakjubkan, menggali rahsia keindahan dan keagungan dari alam, meneliti dengan hati dan berzikir dengan lisan tentang pengaruh keagungan yang mencengangkan serta hikmah yang agung ini, termasuk hal yang memberi kehidupan kepada hati dan menyinari pojok-pojok kalbu dengan keimanan dan keyakinan.

Allah swt berfirman

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal”   (Ali ‘Imran [3] : 190 )

Saudaraku, selanjutnya berfikir tentang masyarakat, melihat berbagai penderitaan, kebahagiaan, kesulitan dan kemakmuran, serta menjenguk orang yang sakit, menghibur orang-orang yang tertimpa bencana dan mengenali sebab-sebab kesengsaraan yang berupa pembangkangan, kekafiran, kezaliman, pelanggaran, sikap mementingkan diri sendiri, egois, terpedaya oleh hal-hal yang semu, semua ini merupakan sentuhan bagi dawai-dawai hati yang menyatukan cerai berainya dan menghidupkannya dari kematian. Maka berusahalah agar keberadaanmu menjadi penghibur bagi orang-orang yang sengsara dan tertimpa bencana. Tidak ada hal yang pengaruhnya lebih kuat terhadap perasaan dari berbuat baik kepada orang-orang yang sangat-sangat membutuhkan, membantu orang-orang yang teraniaya atau membagi rasa dengan orang yang susah dan sedih.

Saudaraku, hati ada di tangan Allah. Dia mengubahnya sesuai dengan kehendaknya. Oleh kerana itu, bersungguh-sungguhl ah dalam berdoa, agar Dia memberikan kehidupan kepada hatimu, membuka dadamu dengan iman dan melimpahkan keyakinan kepadamu sebaga anugerah serta nikmat dariNya. Berdoalah di wakti-waktu mustajab dan waktu-waktu sahur. Kerana doa di waktu sahur adalah anak panah yang meluncur yang tidak berhenti hingga sampai ke ‘Arsy. Saya tidak meragukan keikhlasanmu dalam mencapai tujuan dan kejujuran dalam pengakuanmu.

Allah berfirman,

“Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa ” (Al Maaidah [5] : 27)

Saudaramu, Hasan al-Banna

Petikan daripada buku Menjadi Hamba Rabbani ; Dr Majdi Hilali

Marilah sama-sama kita ambil iktibar, ambil saranan-saranan daripada Al Imam As Syahid Hasan Al Banna. Semoga tidak kita biarkan hati itu mati. Bahkan hati yang sakit itu perlu seggera diubati. Andai kita merasakan hati itu sudah tidak berfungsi dengan baik, pohonlah hati yang baru daripada Allah.

Advertisements
 
 

Sinai Explorer 2010 part 3

Dahab = emas

Hari ketiga kami diteruskan dengan aktiviti merehatkan minda di Dahab. Dahab ini dikenali dunia kerana anginnya yang sangat sesuai untuk ‘windsurfing’. Banyak lagi aktiviti-aktiviti lain menarik yang menyeronokkan seperti snorkeling, berkuda, menaiki motor ; quad bike dan banyak lagi.

Yang paling mengujakan  ialah sewaktu berada di Glass Bottom Boat. Kerana lutsinarnya lantai bot itu, membolehkan kami melihat keindahan di dasar laut. Subhaanallah…

Selesai check in dari hotel, berkemas-kemas hanya menunggu kembali ke Iskandariah. Ada beberapa lagi tempat yang akan kami singgah dalam perjalanan pulang

Banjaran Tih

Banjaran Tih ini dikatakan tempat di mana pengikut nabi Musa ingkar akan perintah Allah, tidak mahu mengikut baginda berpindah ke palestin. Kemudian Allah hukum mereka dengan membiarkan mereka sesat di banjaran ini selama 40 tahun


“Allah berfirman: “(Jika demikian), Maka Sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (padang Tiih) itu. Maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasik itu.” Al Maaidah ; 26

Walaubagaimanapun, Allah sentiasa bersifat penyayang. Pengikut nabi Musa yang tersesat itu, akhirnya beroleh jalan keluar dibawa oleh dua orang hamba Allah yang soleh. Mahu ketahui kisahnya dengan lebih lanjut mari sama-sama fahami dan hayati sendiri surah Al-Maaidah ayat 21 sehingga 26

.

Teluk Aqabah

Destinasi terakhir kami : teluk Aqabah. di sini dapat kami lihat sempadan 3 negara : jordan dan arab saudi. Tepian pantai di kawasan ini dimono[oli oleh manusia-manusia israel yang sesuka hati singgah di sempadan mesir ini, tetapi tidak pernah langsung memikirkan nasib penduduk islam Palestin. Pernah kubercita-cita ingin berkhidmat di bumi suci itu. Tapi sudahkah cukup kekuatan, bekalan untuk bersama-sama mereka berjuang. Berjuanglah dahulu! Lawanlah dahulu hawa nafsumu itu!

Mereka punya senjata, punya jet pejuang, punya peluru berpandu, punya segala kekuatan yang kita tiada. Tapi ingat. Kita punya Allah. Dialah pemilik segala kekuatan, pemilik segala kemenangan, pemilik hari pembalasan. Tetapi cuba renungkan sejauh mana kita berusaha dengan kekuatan Allah itu, punca kuasa yang benar-benar tidak bisa dikalahkan oleh sesiapa, tetapi  kita tidak berusaha…

Kubu salahuddin ini sangat strategik kerana terletak di sempadan 3 negara, taktik yang sangat sesuai dalam peperangan. Allah… masih adakah lagi Salahuddin kedua? Siapa lagi? kitalah yang perlu menjadi… kitalah yang mesti mendidik manusia-manusia harapan agama…

dalam gambar ini objek putih yang ditunjuk itu adalah hotel Hilton milik israel, mereka melakukan apa sahaja di atas bumi sinai ini sesuka hati mereka. kapal-kapal atau bot-bot mereka bebas berkeliaran dari palestin ke sini tanpa halangan, sedangkan penduduk sinai ini mengalami kesempitan hidup. kapal-kapal tidak dibenarkan sesekali berlabuh di sini, hanya boleh sehingga di sempadan jordan sahaja.

Moga Allah berkati perjalanan ini, agar tidak menjadi debu-debu berterbangan

Note 1 : Salahuddin  Al-Ayyubi kedua? klik

Note 2 : Kewajipan itu sentiasa lebih banyak daripada waktu. Maaf kepada yang menunggu post terbaru.

 
2 Comments

Posted by on March 22, 2010 in Cerita Hati

 

Sinai Explorer 2010 part 2

Jabal Musa

Kembara hari kedua dimulai dengan menjejak tinggalan nabi musa di puncak jabal musa. Seawal 1.30 pagi kami keluar dari tempat menginap dan berkumpul di kaki bukit jabal Musa. Dalam pukul 2.15 pagi kami mulakan dakian. Jabal musa ini yang tingginya 2288 meter ditambah lagi dengan dinginnya cuaca serta angin yang kadang-kadang menghentikan pendakian kami. Walaupun mendaki ketika hari masih gelap namun berbekalkan lampu suluh, Alhamdulillah pendakian tetap diteruskan.

Allah.. Allah.. Tak mampu dilafazkan dengan kata-kata. Penatnya mendaki, sejuknya menusuk sulbi. Hanya Allah yang tahu. Namun, inilah yang nabi Musa alami. Sejuk inilah yang baginda tempuhi, jejak-jejak inilah yang telah baginda lalui. Allah.. Daku merasai apa yang rasulMu lalui. Banyak kali kuberhenti kerana kudrat yang Allah berikan itu tidaklah sekuat mana, namun bertemankan lampu suluh dan teman yang sama-sama ingin naik walaupun tidak sepantas yang lain. Dek kerana si teman ini bertekad, “Nak solat di atas jugak”. Target ingin sampai ke puncak itu waktu subuh perlu dilaksanakan sebelum fajar menjelang, menghabiskan sisa-sisa subuh. Dicepatkan langkah dalam lemah, ditahankan penat dalam jiwa, diteruskan perjuangan dalam jasad hina.

Berpatah balik tidak sesekali, hidup perlu kehadapan ; andai tidak mampu berlari cukuplah dengan berjalan, andai tidak berjalan cukuplah dengan merangkak, andai tidak merangkak walaupun hanya mengengsot hidup perlu ke depan, hidup perlu diteruskan.

Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah.. seribu syukur tak mampu dilafazkan dengan kata-kata apabila dua kaki kerdil ini berjaya sampai ke puncak dan jemaah subuh sedang dilaksanakan. Allahu Akbar  Allahu Akbar  Allahu Akbar…

“Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan kami) pada waktu yang Telah kami tentukan dan Tuhan Telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: “Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar Aku dapat melihat kepada Engkau”. Tuhan berfirman: “Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi Lihatlah ke bukit itu, Maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku”. tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: “Maha Suci Engkau, Aku bertaubat kepada Engkau dan Aku orang yang pertama-tama beriman”.

Allah berfirman: “Hai Musa, Sesungguhnya Aku memilih (melebihkan) kamu dan manusia yang lain (di masamu) untuk membawa risalah-Ku dan untuk berbicara langsung dengan-Ku, sebab itu berpegang teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur.”

Dan Telah kami tuliskan untuk Musa pada luh-luhTaurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan bagi segala sesuatu; Maka (Kami berfirman): “Berpeganglah kepadanya dengan teguh dan suruhlah kaummu berpegang kepada (perintah-perintahnya) dengan sebaik-baiknya nanti Aku akanmemperlihatkan kepadamu negeri orang-orang yang fasik. Al Aa’raf ; 143-145

Oleh kerana terlalu sejuk berada di puncak, nabi Musa menggali lubang dan beliau bermunajat di dalam lubang tersebut. Ya, memang tidak kurasakan sejuk membeku apabila berada di dalam lubang itu. Hebatnya nabiMu ya Allah, kuatkan kami seperti Engkau kuatkan pesuruhMu itu.

Setelah beberapa lama berada di puncak kami pun turun untuk ke destinasi seterusnya. Alhamdulillah, adanya ‘short cut’ menjadikan proses turun itu lebih cepat daripada mendaki walaupun keadaanya lebih curam jika dibandingkan dengan trek yang dilalui sewaktu mendaki

Lembu Samiri

Selesai mendaki, kami ke tempat di mana letaknya ukiran lembu samiri

Kemudian Samiri mengeluarkan untuk mereka (dari lobang itu) anak lembu yang bertubuh dan bersuara, Maka mereka berkata: “Inilah Tuhanmu dan Tuhan Musa, tetapi Musa Telah lupa”.  Maka apakah mereka tidak memperhatikan bahwa patung anak lembu itu tidak dapat memberi jawaban kepada mereka, dan tidak dapat memberi kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan?  Dan Sesungguhnya Harun Telah Berkata kepada mereka sebelumnya: “Hai kaumku, Sesungguhnya kamu Hanya diberi cobaan dengan anak lembu. itu dan Sesungguhnya Tuhanmu ialah (Tuhan) yang Maha pemurah, Maka ikutilah Aku dan taatilah perintahku”.   Mereka menjawab: “Kami akan tetap menyembah patung anak lembu ini, hingga Musa kembali kepada kami”. Thaahaa ; ayat 88-91

Maqam Nabi Saleh

Selesai check-out dari hotel tempat kami menginap dan menuju ke destianasi seterusnya, sempat kami singgah sebentar maqam nabi Saleh a.s. Walaubagaimanapun ada pendapat mengatakan bahawa nabi Saleh itu berdakwah di Jeddah dan dikatakan bahawa maqam baginda terletak di sana. Sebenarnya bukannya keramat tempat itu yang kita perlu ambil tetapi iktibar dari setiap kisah hamba Allah yang bergelar rasul itu.

Nabi Saleh diutuskan kepada kaum Thamud. Kaum ini diberi Allah keistimewaan iaitu mereka berupaya memahat gunung-gunung dan menjadikan hasilnya tempat tinggal mereka. Walaubagaimanapun kerana mereka ingkar lalu Allah utuskan pesuruhNya itu untuk membetulkan kesalahan-kesalahan yang telah mereka lakukan. Mari sama-sama kita singkap firmanNya dalam surah Hud ayat 61 sehingga ayat 68.




 
Leave a comment

Posted by on March 6, 2010 in Uncategorized

 

Sinai Explorer 2010 part 1

dengan nama Allah dimulakan

Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah

Kembara 3 hari 3 malam ke semenanjung Sinai menggamit diri untuk menyertainya.

Sempat ku menyertai program Sinai Explorer anjuran Perubatan Cawangan Iskandariah ; PCI. Menunggu di Asrama Mara seawal jam 11 malam. Kami bertolak seawal 2.30 pagi dari Iskandariah menuju ke semenanjung Sinai. program ini disertai seramai 73 orang peserta, beberapa orang ajk program dan beberapa orang musyrif

Apa ada di Semenanjung Sinai?

Semenanjung Sinai atau Sinai merupakan satu semenanjung berbentuk segitiga yang terletak di antara Laut Mediterranean (ke utara) dan Laut Merah (ke selatan), yang terletak di Mesir. Ia mempunyai keluasan sebanyak 60,000 kilometer persegi. Istimewanya  semenanjung ini menjadikan ramainya manusia yang datang kerana banyaknya sejarah yang disimpan di bumi ini.

Kronologi kisah nabi Musa = tempat yang diziarahi sepanjang semenanjung Sinai

banyaknya kisah tentang perjalanan kehidupan dan dakwah nabi musa di sini bermulanya dari kehidupan ibu baginda yang bersembunyi setelah mendengar kenyataan firaun (Ramsis 2) yang mengarahkan pengikut-pengikutnya membunuh bayi-bayi lelaki yang baru dilahirkan.Nabi Musa merupakan anak kepada Imran dan Yukabad Binti Qahat. Namun kuasa Allah mengatasi segalanya. Dialirkan Musa di Sungai Nil. Sayang bertamu dihati Asiah. Musa pun membesar menegakkan kebenaran di istana yang penuh kehinaan.

ketika berusia 12 tahun, baginda telah melarikan diri ke Madyan ( sebahagian daripada Jordan dan Saudi) akibat diburu orang-orang firaun kerana baginda telah memukul seorang Qibti pengikut firaun dan Allah izin orang Qibti itu mati terus pada waktu itu. kemudian baginda datang semula ke Mesir untuk menyeru firaun dan pengikut-pengikutnya agar kembali beriman kepada Allah. setelah berjaya mengalahkan ahli-ahli sihir firaun, nabi musa dan pengikut-pengikut baginda menuju ke laut merah ketika dikejar firaun dan pengikut-pengikutnya. dengan kekuasaan Allah nabi Musa menghentakkan tongkat lalu terbelahlah lautan dan lautan itu bercantum kembali dan matilah firaun (Mafatah) bersama pengikut-pengikutnya di laut merah. Kemudian bani israel yang bersama-sama baginda meminta kepada baginda agar Allah berikan air. Kemudian dipohon mereka pula akan makanan dari langit, maka Allah turunkan Manna wa Salwa. Kemudian Allah mengarahkan nabi Musa beribadah di Jabal Musa selama 30 hari kemudian Allah arahkan ditambah lagi 10 hari. Selesai beribadah, baginda pun turun dan dilihatnya kaum bani israel sedang menyembah patung lembu Samiri.

Bar Lev Line dan Nuktah Hasinah

Mendengar cerita ini 4 tahun dahulu menjadikanku benar-benar teringin untuk melihat sendiri suasana dan keadaan itu. Bar Lev Line ini dibina oleh israel sewaktu perang Israel Arab (Mesir, Jordan dan Syria). apabila jet pejuang tentera mesir datang ingin menyerang israel, mereka tak mampu mengesan arah kedudukan kubu israel itu. ini kerana kubu israel itu membelakangkan matahari. jadi apabila tentera mesir datang mereka tidak nampak kubu israel akibat silau ditambah lagi dengan uniknya dibina kubu israel itu di berbumbungkan besi (railway train), batu-batu besar dan pasir di atas sekali. apabila tentera israel melemparkan peluru berpandu, pintu itu akan tertutup dan gegaran itu menyebabkan pasir-pasir di ats kubu mereka turun sedikit demi sedikit. ini mengukuhkan lagi kubu pertahanan mereka.

mereka merancang, Allah jua merancang. Sebaik-baik perancangan adalah perancangan Allah

Mesir hampir kalah, namun kemenangan tetap berpihak pada yang benar. akhirnya, Allah telah ilhamkan mimpi pada seorang ulama’ Al-Azhar iaitu Sheikh Abdul Halim Mahmud. cara untuk mengalahkan tentera israel adalah dengan menggunakan bom air yang akan dilemparkan ke arah kubu-kubu israel. Cerdiknya penglima tentera mesir ketika itu, beliau telah meminjam alat untuk mengebom ar itu daripada Russia dengan alasan pertanian. Alhamdulillah, israel berjaya dikalahkan.

Liciknya israel, sebelum mereka benar-benar kalah mereka telah mengadakan perjanjian kem david (camp David Accords). antara isi perjanjian tersebut ialah semua hasil minyak dan gas di sinai hanya diberikan kepada Amerika, sekatan ekonomi dikenakan di seluruh semnanjung sinai ; tiada eksport dan import boleh dijalankan, kapal-kapal dagang hanya boleh berlabuh ke pelabuhan di jordan tetapi tidak di sinai. ini menjadikan kehidupan penduduk di sinai ini benar-benar mundur

Uyun Musa

perjalanan diteruskan ke Uyun musa. di sinilah tempat di mana nabi musa menghentakkan tongkatnya dan terpancarlah 12 mata air untuk pengikut-pengikut baginda masing-masing sebanyak 12 suku kaum. ‘fanfajarat‘ dalam ayat ini bermaksud memancar dengan banyak.

“Dan ingatlah ketika Musa memohon air untuk kaumnya lalu kami berfirman:”Pukullah batu itu dengan tongkatmu.”Lalu memancarlah daripadanya 12 mata air. Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya masing-masing. Makan dan minumlah rezeki yang diberikan oleh Allah dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerosakan” Al Baqarah ; ayat 60

Setelah itu, dipohon pula makanan oleh bani israel. lalu nabi Musa memohon kepada Allah, maka diturunkan Manna wa Salwa dari langit.

“Dan mereka kami bagi menjadi dua belas suku yang masing-masingnya berjumlah besar dan kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta air kepadanya: “Pukullah batu itu dengan tongkatmu!”. Maka memancarlah dari padanya duabelas mata air. Sesungguhnya tiap-tiap suku mengetahui tempat minum masing-masing. dan kami naungkan awan di atas mereka dan kami turunkan kepada mereka manna dan salwa” Al-A’araf : ayat 160

Perjalanan diteruskan ke tempat di mana Nabi Ayyub menghentakkan kaki baginda atas arahan Allah untuk menyembuhkan penyakit kulit baginda. Baginda dikurniakan nikmat yang sangat banyak ; kekayaan yang melimpah ruah, anak-anak yang ramai dan isteri yang solehah. Iblis yang sangat benci dengan ketaqwaan baginda meminta kepada Allah agar diberi ujian kepada baginda dan diberi peluang mengganggu dan menghasut baginda. kemudian nabi ayyub ditimpa musibah dengan matinya anak-anak baginda yang ramai. akhirnya nabi ayyub jatuh miskin dan melarat yang sangat menyedihkan. walaubagaimanapun iman bagind atetap teguh. baginda diuji lagi dengan penyakit kulit ; sopak atau kusta sehinggakan isteri baginda meninggalkan baginda seorang diri menanggung kemelaratan itu. iblis tetap tidak berjaya menganggu baginda dan akhirnya Allah memerintahkan baginda agar mnghentakkan kaki ke tanah lalu terpancarlah mata air dan menjadi penawar untuk penyakit kulit baginda. Subhaanallah. Hebatnya Allah. Hebatnya iman dan taqwa utusanMu ya Allah. teguhkan iman kami sekuat itu ya Rabb.

Wadi Arbaein

Di sini dikatakan tempat pertemuan nabi Musa dan 40 orang wali menurut pendapat pertama. pendapat kedua pula mnegatakan di sini nabi Musa bertemu denagn 40 orang nabi, manakala pendapat ketiga pula mengatakan di sinilah bertemunya nabi Musa dan 2 orang anak nabi Syuib. namun yang paling raajih ialah pendapat pertama

Dalam perjalanan menuju Wadi Arbaein ini, wujudnya salah satu daripada mata air yang keluar daripada batu akibat hentakan tongkat nabi Musa. lalu terpancarlah mata air sedikit demi sedikit  dari batu itu menurut firman Allah ‘fanbajasat‘ dalam surah Al A’araf ; ayat 160.

 
6 Comments

Posted by on March 2, 2010 in Uncategorized